Sabtu, 07 September 2013

ketika cinta harus memilih

deru tangis mengucur deras
berkecambuk menyahat hati
sakit itu bagai badan terlindas
jiwa dan raga pun serasa mati

entah apa yang aku rasa
apa diriku terlalu luguh
apa diriku hanya sampah
apa diriku memang bodoh

tak pernah habis ku berfikir
hentikan waktu penghambat diri
rasa ku ingin memilih
untuk hidup atau mati

mengapa tega kau lukai
hati yang telah tulus ku beri
setelah bahagia yang telah kita lewati
kau dengan mudah menodai

apa kau tak berfikir
tak hanya aku yang kau sakiti
melainkan dia yang telah kau bagi
dia yang menjadi penggantiku slama ini

noda dan goresan darah di luka
tak kan mudah terobati dengan obat merah
tinta merah yang kau tulis
tak kan pula mudah terhapus 

ingatlah... ingatanku tak kan seperti sampah
yang akan lupa sia-sia
luka ini kau yang buat ada
tak kan mungkin bisa ku lupa begitu saja

kesempatan tak kan terulang kedua
aku harap kau berubah
dan kau bukan menjadi pecundang dunia
harus kau pilih kesetiaan cinta
antara kita berdua





0 komentar:

Posting Komentar